Maria Ozawa Sangat Kecewa dan Merasa Dilecehkan

# Diperiksa Oknum Petugas Imigrasi, Miyabi: Hanya untuk Berfoto Selfie dengan Saya?

JAKARTA – Mantan pemain film porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi merasa sangat kecewa dan dilecehkan dengan interogasi yang dilakukan petugas imigrasi di Denpasar, Bali. Menurut bintang  seksi dengan nama asli Sayaka Stephanie Strom ini, oknum petugas imigrasi diduga telah mengarang cerita agar dapat berfoto selfie dengannya.

“Begitu orang-orang imigrasi mengarang cerita, mengintai, mengumpulkan informasi, lalu melacak dan mengambil paspor saya. Hanya untuk berselfie dengan saya?” ungkap Miyabi dalam curahan hatinya lewat akun Instagram, Rabu (7/11).

Selain mengungkapkan rasa kecewa karena permintaan selfie tersebut, Miyabi juga membeberkan kronologi kejadian tidak mengenakkan yang dialminya Selasa (6/11) malam. Miyabi mengaku didatangi petugas saat menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya DJ Barbie Nouva di Bali. Menurutnya, ada dua petugas imigrasi yang menghampiri lantas membawa paspornya. “Saya menunjukkannya (paspor) kepada mereka dan berikutnya mereka membawa paspor saya tanpa mengatakan apa-apa,” ujarnya.

Momen itu spontan membuat Miyabi panik sebab sejak awal dirinya tidak tahu kesalahannya. Dia kemudian mengajak beberapa kenalan untuk mendatangi kantor imigrasi. Setiba di sana, Miyabi menjalani interogasi. Menurut Miyabi, petugas yang membawa paspor mengaku mendapat kabar kedatangannya ke Bali untuk transaksi bisnis. Hal itu kata Miyabi, hanya omong kosong yang seakan mencari kesalahannya. Beredar kabar, pesta yang rencananya digelar di sebuah kapal pesiar mewah di Teluk Benoa ini bisa diikuti dengan membayar tiket seharga Rp2 juta hingga Rp6 juta. Namun, pesta di kapal pesiar tersebut batal karena tudingan negatif dari sejumlah pihak.

“Petugas mengaku seseorang dari pesta menghubungi kantor imigrasi dan mengatakan saya melakukan sesuatu yang buruk atau bisnis, atau apa pun, dan menceritakan semua kebohongan. Rumor apa pun untuk membuat saya bermasalah,” beber Miyabi.

Perempuan 31 tahun itu memaparkan bahwa proses interogasi berjalan hingga dua jam. Di sana tidak ditemukan satu pun pelanggaran yang dilakukannya. Para petugas kemudian memintanya menandatangani berkas dan mengembalikan paspornya. Mirisnya lagi, kata Miyabi, petugas justru meminta untuk foto bareng usai pemeriksaan.

Menurut Maria Ozawa, pihak imigrasi telah melanggar privasinya selama berada di Bali. “Ini sangat salah. Saya senang saya terkenal tetapi negara ini perlu diubah. Berhentilah melecehkan setiap kali saya mengunjungi Indonesia. Jelas saya membutuhkan lebih banyak privasi. Bangun Indonesia. Saya tahu kalian lebih baik,” kata Maria.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Teodorus Simarmata menjelaskan jika hal itu dilakukan hanya untuk pemeriksaan rutin karena adanya laporan dari masyarakat. “Tidak penahanan hanya melakukan pemeriksaan rutin. Normatif saja. Ada info dari masyarakat, jadi tim Imigrasi turun untuk mengecek kegiatannya (Maria Ozawa) selama di Bali,”  ujar Teodorus.(bbs)

 

Share This: