Bohong

Related Post

Kolom Emhadeazh

 

SEBAGIAN wanita mungkin tengah berlayar di pulau kapuk setelah lelah seharian bekerja. Sebagian lagi masih ada yang berselancar di dunia maya, mencari berita internet tentang pernikahan artis idola ternama.

Wanita mana yang tak ingin bahagia dan mendambakan pernikahan. Mendapat pria pendamping yang setia dan bertanggung jawab untuk meniti jalan kehidupan yang lebih baik. Tiba-tiba seorang wanita bernama Jasmin terjaga dan membelalakkan matanya, menyaksikan sosok pria bernama Parno yang menghampiri dalam tidurnya. Jasmin pun pasrah istana mimpinya dimasuki Parno.

Parno bertanya kepada Jasmin yang baru dikenalnya di alam bawah sadar. Parno mengajak Jasmin berpacaran. Parno tak peduli Jasmin sudah punya pacar atau masih sendirian. Spontan Jasmin menjawab, “Saya tidak pacaran”.

Jawaban dan pernyataan ini mungkin diberikan Jasmin kepada setiap pria yang bertanya dan berusaha mendekatinya, termasuk Parno. Jurus lama Jasmin tidak berlaku bagi pria bernama Parno.

Pernyataan “Saya tidak pacaran” mulai mendeteksi kebohongan Jasmin. Beruntung hidung wanita itu tidak memanjang seperti Pinokio. Mana ada wanita yang tidak mau punya calon kekasih. Pernyataan itu setidaknya dikatakan dengan niat terbaik Jasmin untuk memanipulasi jawaban untuk mengalihkan pertanyaan. Mungkin Jasmin tidak punya pacar dan langsung minta dilamar lalu segera dinikahi (tanpa harus pacaran).

Bisa juga pernyataan “tidak pacaran” mungkin diiringi alasan tambahan Jasmin seperti “Saya baru saja keluar dari hubungan yang buruk dan tidak ingin terluka lagi” atau “Saya terlalu sibuk dengan pekerjaan untuk membantu keluarga sehingga belum mau punya pacar.” Kebohongan Jasmin terdeteksi kembali setelah mengaku sudah punya kekasih dan pacaran jarak jauh.

Faktanya, Jasmin tertarik dan telah meluangkan waktu untuk Parno, seperti makan-makan, belanja, dan menonton film Avangers: The End Game di bioskop. Bila Jasmin terlihat tidak nyaman, menghindari kontak mata, terlalu hemat bicara, dan selalu menolak dengan berbagai alasan, Parno tentu akan membiarkan dan sudah lama meninggalkan Jasmin. Parno tak mau repot memberi tahu kebohongan Jasmin.

Parno sebenarnya sudah mengetahui bahwa ada pria lain yang mengaku kekasih Jasmin. Jasmin justru mengatakan bahwa pria lain itu sudah melamarnya. Kembali kebohongan Jasmin terdeteksi. Wanita menyukai dua pria dalam waktu bersamaan, lalu memilih pria pertama (pacarnya) itu murni kebohongan. Kalau memilih pria pertama mengapa ada pria kedua.

Dalam hukum agama, wanita yang sudah dilamar seorang pria tidak boleh dilamar pria lain. Lagi-lagi Jasmin berbohong. Lantas, apakah Parno yang baru dikenalnya tersebut akan mengusir atau meninggalkan wanita bernama Jasmin?

Pria sejati tidak akan melirik seribu wanita namun hanya ingin menjadi yang terbaik untuk satu wanita. Seandainya Jasmin diminta pergi dan berharap dijemput kembali, Parno tak akan pernah mencari dan tidak memberikannya harapan lagi. Parno ternyata atasan yang hanya menguji kejujuran, etika, dan loyalitas pegawai wanitanya bernama Jasmin.

Dalam dunia kerja, pegawai (wanita) yang jujur paling diinginkan setiap perusahaan. Semua pegawai mungkin bisa bekerja tapi belum tentu bisa jujur. Pegawai yang jujur juga pasti akan memiliki tempat yang spesial di hati dan pikiran atasan dan rekan kerjanya. Dengan kata lain, kejujuran dapat dibentuk dari pegawai yang mengidap “penyakit” kebohongan sekalipun.

Sistem perusahaan yang sehat dan kuat tidak perlu mengurusi kebohongan pegawainya. Akan tetapi, perusahaan membatasi ruang geraknya serta antisipasi dengan tindakan tegas dan profesional. Kalau pegawai itu tidak bisa melakukan tugasnya dan tidak mendatangkan profit bagi perusahaan, sudah selayaknya manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan cara-cara yang indah dan dramatis terhadap pegawai tersebut. Langkah itu merupakan simbol sanksi cerdas yang paling tegas.

Analogi kasus di atas menunjukkan beberapa alasan wanita suka berbohong, terutama di tempat kerja. Di antaranya untuk menghindari perselisihan, menyenangkan pasangan, mendapatkan perhatian, kebutuhan mendesak, dan merasa ketakutan. Kemudian, menyembunyikan masa lalu, tidak ingin diketahui berperangai jahat, menjaga jarak, menguji pasangan, berpikir bukan masalah besar, ingin otoritas kekuasaan, dan tidak mudah percaya.

Adapun ciri-ciri wanita yang suka bohong, antara lain sering menggerakkan mata dan menghindari pandangan, menggerakkan bagian tubuh lainnya dan tak bisa diam seperti jari meremas benda sekitar yang dipegangnya, variasi kalimat dan nada bicara menyangkal, napasnya terlihat berat. Selanjutnya, respons dan reaksi lambat dan pendiriannya tidak stabil, menjawab pertanyaan mudah dan salah, menggerakkan kepala tak beraturan, memegangi hidung, meyakinkan berlebihan dengan pembicaraan tak terarah.

Seni berbohong dengan mengucapkan hal yang jujur. Membohongi orang lain dengan ”menyatakan hal yang benar’ sudah menjadi kebiasaan Jasmin. Karena itu, Jasmin mendapat julukan baru, paltering woman (wanita yang mempermainkan kebenaran). Kebohongan jenis ini beredar luas di masyarakat. Akibatnya, antara kejujuran dan kebohongan Jasmin tak ada lagi batasannya.

Berbohong bisa dibedakan antara orang normal dengan orang yang mengalami pathological lying. Pathological lying sendiri adalah kondisi medis di mana seseorang berbohong sepanjang waktu, bahkan melakukannya tanpa alasan apa pun. Berbeda dengan orang yang sengaja berbohong. Bukankah bila Jasmin berbohong pasti punya alasan kuat mengapa ia melakukannya.

Secara medis, ada beberapa hal yang diduga berperan dalam menyebabkan kenapa Jasmin menjadi sering berbohong, seperti kelainan pada otak karena cedera fisik atau kelainan bawaan lahir. Secara psikologis, Jasmin sering berbohong dapat menjadi salah satu penanda gangguan mental, seperti gangguan kepribadian dan obsesif.

Penyakit kompulsif di mana Jasmin akan mudah untuk berbohong dalam jangka waktu yang lama disebut juga Mythomania. Orang yang suka berbohong ini akan terus menjadikan kebiasaan negatif ini sepanjang hidupnya. Kebohongan yang dibuat Jasmin sering berlebihan untuk menutupi kondisi dirinya.

Penyakit mythomania sendiri bisa dibagi menjadi dua kategori: ringan dan akut. Mereka yang masih dalam tahap ringan, biasanya hanya menceritakan beberapa cerita karangan yang tidak berdampak besar bagi orang lain dan hanya untuk mendapatkan perhatian.

Dari semua jenis kebohongan patologis di atas, mythomania merupakan jenis yang dianggap paling ekstrem yang dialami Jasmin. Kebohongan jenis ini menggabungkan fantasi dan fakta. Jasmin yang mengalami mythomania sering kali merasa mendapatkan kesenangan dari kebohongan itu sendiri.

Penanganan orang yang suka berbohong atau mythomania seperti Jasmin adalah menyadari diri-sendiri bahwa kebohongan-kebohongan yang dialami tidaklah baik karena justru bisa membuat masalah yang lebih besar.

Jasmin yang menderita mythomania umumnya tidak ingin diobati. Jasmin akan berubah ketika mereka sudah mendapatkan suatu masalah. Penderita penyakit mythomania seperti Jasmin bisa mendatangi psikolog dan melakukan konseling dengan metode konvensional psikoterapi. Kini banyak psikolog yang memakai hypnotherapy agar bisa mengatasi masalah berbohong ini dengan lebih efektif.

Biasanya, psikolog atau psikiater akan mengevaluasi Jasmin yang suka berbohong dengan tujuan untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami. Sering kali, penderita mythomania seperti Jasmin tidak sadar dengan kondisinya sehingga bisa mengelabui psikolog atau psikater, namun keluarga dan orang-orang terdekat bisa membantu soal riwayat kesehatannya.

Jasmin pun terjaga. “Apakah Parno serius?” tanyanya. Bagi Parno, kata serius tidak harus diungkap dengan lisan atau tulisan tapi melalui tindakan, hati, dan logika. Semoga Jasmin tak kehilangan mimpi indah akibat kebohongannya. (*)

 

Share This: