Lampu Tribun Empat Kali Padam, Panitia Festival Sriwijaya Bakal Libatkan Pawang Hujan

# Gubernur Sumsel Dikritik Deputi Kementerian Pariwisata

 

PALEMBANG, SIMBUR – Pembukaan Festival Sriwijaya yang berlangsung di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (17/6) terkesan tidak siap. Mulai dari lampu tribun yang sampai empat kali padam bahkan saat tamu-tamu penting sedang menikmati acara, sampai minimnya masyarakat yang ikut menyaksikan event tersebut.

Ketua Pelaksana sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Aufa Syahrizal membantah jika panitia tidak siap. Pihaknya justru berencana akan menggunakan jasa pawang hujan untuk mengantisipasi cuaca buruk. “Kami usahakan (pawang hujan). Kami sudah menghubungi. Kembali ke Yang Mahakuasa,” ungkapnya.

Tetapi, lanjut Aufa, mudah-mudahan hari ini, kemarin dan selamanya cerah. “Kami sudah berusaha. Pokoknya jangan hujan. Upaya sudah kami lakukan (menghubungi pawang hujan). Mudah-mudahan tidak salah,” harapnya.

Event kali ini dipersembahkan dengan beberapa atraksi budaya dari 17 kabupaten/kota se Sumsel, bahkan ditambah dengan provinsi tetangga seperti Jambi, Riau, Pangkal Pinang, dan Metro Lampung. “Panggung kali ini sengaja ditampilkan berbeda dengan menampilkan konsep kapal, yang merupakan kiasan bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang kuat di Sumatera dan berpengaruh di nusantara,” jelasnya.

Diketahui, Festival Sriwijaya (FS) sudah masuk dalam 100 Calendar of National Event pada 2019. Dalam usianya yang ke-28, Festival Sriwijaya tahun ini digelar pada 16-22 Juni 2019. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, mengatakan jika Festival Sriwijaya yang sudah tahun ke-28 atau sudah masuk tahun yang dewasa. Seyogianya dari tahun ke tahun tidak hanya kualitas yang ditingkatkan, tapi juga keberadaannya di tengah masyarakat. Harapannya agar lebih terkenal di wisatawan mancanegara. “Diharapkan ke depan, festival ini bisa mendatangkan wisatawan ke Sumsel. Dibutuhkan dukungan dari asosiasi pariwisata,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Deputi, jangan hanya Festival Sriwijaya yang masuk calendar of national event, tapi bisa ada event-event lainnya. “Harus ditingkatkan bagaimana penyelenggaraan suatu event. Diharapkan tahun 2020, Kadisbudpar sudah siap dengan usulan event untuk dibahas bersama, mana saja yang bisa masuk di 100 kalender of event nasional. Masa provinsi sebesar ini (Sumsel), kalender even yang masuk cuma satu,” sesalnya.

Ditambahkan, Menteri Pariwisata selalu menyampaikan jika harus ada unsur pentahelik, yaitu ada unsur pemerintah, masyarakat, akademik, media dan bisnis. Sebab tanpa dukungan semua stakeholder, tidak akan bisa maju menjadi lebih baik..”Event ini ada sembilan agenda. Diharapkan yang dikenal bukan hanya pembukaannya, tetapi juga bisa dinikmati dan diinformasikan kepada khalayak ramai,” kritiknya di depan Gubernur.

Gubernur Sumsel, Herman Deru meminta pemakluman jika pada Festival Sriwijaya kali ini, belum maksimal dan memiliki banyak kekurangan. “Jka Festival Sriwijaya¬† kali ini masih kurang maksimal, saya mohon mendapat pemakluman karena baru perdana dan banyak yang harus ditambah. Event Festival Sriwijaya harus menjadi salah satu alasan orang untuk datang ke Sumsel, bukan hanya saat pembukaannya,” pinta Gubernur.

Ditambahkan, Festival Sriwijaya¬† menjadi agenda tahunan, tetapi apa yang disampaikan Deputi tadi menjadi masukan dimana bukan hanya kualitas tetapi kuantitas juga yang harus dibenahi. “Tapi inikan perdana di masa kepemimpinan saya, masih banyak yang akan kami koreksi, perbaiki, ditambah untuk bisa menyemarakkan lagi. Resonansinya (gaungnya) harus sampai ke seluruh penjuru Sumsel. Itu harus ada keterlibatan, bukan hanya dinikmati hanya sekelompok (masyarakat) saja,” jelasnya geram.

Mulai dari penganggaran akan dibenahi, dan mutlak bantuan dari pusat dan kabupaten/kota. “Festival Sriwijaya¬† bukan hanya acara Pemprov Sumsel semata, tetapi acara bersama,” harapnya.(dfn)

 

Berikut Jadwal Festival Sriwijaya 2019

Minggu, 16 Juni 2019
09.00 s.d 15.00
Pembukaan dan Penyelenggaraan Lomba Bidar Prestasi menyambut HUT Kota Palembang

18.30 s.d 19.00
Persiapan dan kedatangan tamu undangan (Penampilan Musi Rejung Pesirah)

19.30 s.d 19.40
Pembukaan MC

19.40 s.d 19.45
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

19.45 s.d 19.55
Tari Gending Sriwijaya

19.40 s.d 19.50
Doa

19.50 s.d 20.00
Laporan Ketua Pelaksana Plt. Kadisbudpar Prov. Sumsel

20.00 s.d 20.10
Penampilan Praja Swarna Dwipa Choir

20.10 s.d 20.15
Sambutan Kementerian Pariwisata RI

20.15 s.d 20.30
Sambutan Gubernur Sumatera Selatan

20.30 s.d 20.45
Pembukaan Festival Sriwijaya ke-XXVIII Tahun 2019 secara simbolik oleh Gubernur Sumatera Selatan

20.45 s.d 21.00
Penampilan Sendratari kolosal

21.00 s.d 21.10
Penampilan Musik Etnik “Rejung Pesirah”

21.10 s.d 21.20
Penampilan Seni Budaya Alam Semesta International Nature Loving Association
(INLA) Indonesia

21.20 s.d 21.30
Penutup

 

Senin, 17 Juni 2029
09.00 s.d 14.00
FGD Tari Gending Sriwijaya: Penampilan Seni Kungfu, Pencak Silat Tradisional, Barongsai

15.30 s.d 17.30
Parade Sastra

17.30 s.d 18.30
Persiapan Pementasan Kabupaten/Kota

19.00 s.d 19.10
Pembukaan Pementasan Daerah Hari Pertama

19.10 s.d 19.30
Pagelaran Budaya Kota Metro, Lampung

19.35 s.d 20.20
Pagelaran Budaya Kab. Musi Banyuasin

20.25 s.d 21.10
Pagelaran Budaya Kota Lubuk Linggau

21.15 s.d 22.00
Pagelaran Budaya Kab. Ogan Ilir

22.10 s.d 22.25
Penutupan, dilanjutkan pada hari kedua

 

Selasa, 18 Juni 2019
09.00 s.d 14.00
FGD Pra Rakor Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS)
– ASIAFI (Asosiasi Instruktur Aerobic dan Fitnes
Indonesia)
– ASKI (Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia)
– IOSKI (Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia)
– FOKBI (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia)
– ILDI (Ikatan Langkah Dansa Indonesia)

15.30 s.d 17.30
Musikalisasi Puisi

17.30 s.d 18.30
Persiapan Pementasan Kabupaten/Kota

19.00 s.d 19.10
Pembukaan Pementasan Daerah Hari Kedua

19.10 s.d 19.50
Pagelaran Budaya Kab. Muratara

20.15 s.d 20.55
Pagelaran Budaya Kota Pagaralam

21.00 s.d 21.40
Pagelaran Budaya Kab. Musi Rawas

21.45 s.d 22.25
Pagelaran Budaya Kota Palembang

22.25 s.d 22.30
Penutupan dilanjutkan pada hari ketiga

 

Rabu, 19 Juni 2019
08.00 s.d 13.00
Lomba Lukis Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Selatan di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring

09.00 s.d 14.00
FGD “Strategi Pemasaran Karya Seni”

15.30 s.d 17.30
Pementasan “Lenggang Palembang”

17.30 s.d 18.30
Persiapan Pementasan Kabupaten/ Kota Panitia

19.00 s.d 19.10
Pembukaan Pementasan Daerah Hari Ketiga MC

19.10 s.d 19.50
Pagelaran Budaya Kab. Lahat

20.15 s.d 20.55
Pagelaran Budaya Kab. OKU

21.00 s.d 21.40
Pagelaran Budaya Kab. OKU Timur

21.45 s.d 22.25
Pagelaran Budaya Kab. OKI

22.25 s.d 22.30
Penutupan dilanjutkan pada hari keempat
Kamis, 20 Juni 2019
08.00 s.d 13.00
Lomba Lukis Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Selatan di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring

09.00 s.d 14.00
FGD “Teater Tradisi”

15.30 s.d 17.30
Pementasan Kesenian Tradisional Dulmuluk

17.30 s.d 18.30
Persiapan Pementasan Kabupaten/ Kota

19.00 s.d 19.10

Pembukaan Pementasan Daerah Hari Keempat

19.10 s.d 19.50
Pagelaran Budaya Kab. Empat Lawang

20.15 s.d 20.55
Pagelaran Budaya Kab. PALI

21.00 s.d 21.40 Pagelaran Budaya Kab. Banyuasin

21.45 s.d 22.50 Penutupan dilanjutkan pada hari kelima

 

Jumat, 21 Juni 2019
08.30 s.d 13.00
Lomba Lukis Tingkat Pelajar dan Mahasiswa se-Sumatera Selatan di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring

09.00 s.d 14.00
FGD “Manajemen Seni dan Sanggar”

15.00 s.d 17.00
Lomba Mewarnai Anak tingkat TK dan SD

15.30 s.d 17.30
Penampilan Musik Etnik “Rejung Pesirah”

17.30 s.d 18.30
Persiapan Pementasan Kabupaten/Kota

19.00 s.d 19.10
Pembukaan Pementasan Daerah Hari Kelima

19.10 s.d 19.50
Pagelaran Budaya Kota Prabumulih

20.15 s.d 20.55
Pagelaran Budaya Kab. Muara Enim

21.00 s.d 21.40
Pagelaran Budaya Kab. OKU Selatan

21.45 s.d 22.50
Pagelaran selesai, dilanjutkan penutupan besok
Sabtu, 22 Juni 2019
09.00 s.d 13.30
Fashion Karnaval “Dari Masa ke Masa”

09.00 s.d 16.00
Festival Ragam Kuliner Sumatera Selatan

10.00 s.s 16.00
Pameran Hasil Fotografi Kegiatan POTRET
(Photography and Traveling to Palembang)
– ILDI (Ikatan Langkah Dansa Indonesia)
– B-Boy (Street Dancer Indonesia)

15.00 s.d 17.30
Lomba Fashion Kid PAUD, TK dan SD

18.30 s.d 19.00
Persiapan dan kedatangan tamu undangan

19.00 s.d 19.05
Pembukaan MC

19.05 s.d 19.15
Doa Panitia

19.15 s.d 19.30
Laporan Ketua Pelaksana Plt. Kadisbudpar Prov. Sumsel

19.30 s.d 20.00
Sambutan Gubernur Sumatera Selatan/Mewakili

20.00 s.d 20.15
Pengumuman Pemenang Sekaligus Peragaan Lomba Fashion Karnaval “Dari Masa Ke Masa”

20.15 s.d 21.30
Pengumuman Pemenang Lomba Photography and Traveling to Palembang

21.30 s.d 21.45
Pengumuman Penyajian Terbaik Festival Ragam Kuliner Sumsel

21.45 s.d 22.00
Pementasan Sanggar Seni Panitia

22.00 s.d 22.30
Pengumuman per-Kategori dan Pentas Seni Terbaik Festival Sriwijaya 2019

22.30 s.d 22.45
Penutup

Share This: