Hindari Paham Ekstrem dengan Agama

PALEMBANG, SIMBUR – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin mengatakan, salah satu upaya menghindari paham ekstrem dalam Islam yaitu dengan memahami dan menjalankan konsep moderasi. Hal itu diungkap Menag dalam kunjungannya ke kampus UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (28/9).

“Konsep moderasi Islam sebagai pegangan dalam prinsip persatuan. Beragama yang baik sangatlah menentukan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang. Dengan konsep itu, orang akan memiliki pemikiran yang adil dan bijaksana sehingga akan terhindar dari paham ekstrem,” ujarnya di gedung Akademik Center UIN.

Dilanjutkan, ada tiga gambaran Islam moderat yaitu tujuan kemanusian, komitmen dan penertiban umum. Tujuan kemanusian adalah menegakkan inti sari ajaran Islam, memanusiakan manusia agar terhindar dari ajaran yang bertengan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Tolak ukur kedua adalah mengajarkan perdamaian. Ketiga, jika suatu paham mengganggu ketertiban umum maka agama harus mendukung peraturan (UU) yang berlaku. “Islam adalah agama yang benar. Hal yang perlu diperbaiki adalah cara kita (dalam) ber-Islam agar tidak saling menyalahkan,” tegasnya.

Ditambahkan menteri, Setiap orang harus menjaga nilai-nilai keagaman, apalagi UIN Raden Fatah adalah perguruan tinggi islam negeri yang ternama dan punya sejarah panjang.  “Mari sesama umat Islam dalam melihat keberagaman pandangan yang ada, tidak mudah untuk saling menyalahkan,” ajak menteri.

Karena, kearifan menjadi amat sangat penting dan itu hanya bisa muncul dari diri mereka yang berwawasan luas. “Maka itu, perguruan tinggi menjadi sangat penting karena di tempat inilah (kampus) wawasan diperluas, diperdalam, sehingga tentu harapannya kearifan lebih banyak menyemai pada diri bangsa ini,” tekannya.

Namun sayang, menteri terkesan enggan mengomentari aksi demontrasi mahasiswa di berbagai daerah termasuk Palembang yang menolak UU KPK, RUU KUHP, dan RUU lainnya. Lukman Hakim tak menjawab pertanyaan dan memilih untuk meninggalkan lokasi.

Sementara, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Drs HM Sirozi MA PhD menganggap wisuda ke-71 yang mencetak 916 sarjana baru adalah istimewa. “Ada yang sangat spesial dan istimewa karena dihadiri Menteri Agama RI dan Gubenur Sumsel. Oleh karena itu, atas nama seluruh pimpinan civitas academica UIN Raden Fatah Palembang, kami merasa sangat berbahagia dan bergembira atas kehadiran Menteri dan Gubernur. Apalagi menteri akan memberikan kuliah umum konsep moderasi Islam sebagai pegangan dalam prinsip persatuan,” ujarnya seraya meminta kepada lulusan UIN untuk terjun dan berperan di tengah masyarakat untuk mengatasi persoalan yang ada. (rgs)

Share This: