Aksi Mahasiswa Diduga Hampir Disusupi

PALEMBANG, SIMBUR – Aksi solidaritas Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM) yang dilakukan beberapa hari lalu dikabarkan hampir disusupi oleh oknum tidak bertanggungjawab. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi, Selasa (1/10).

Dikatakan, aksi solidaritas atas meninggalnya dua mahasiswa Universitas Haluoleu (UHO) berjalan dengan baik. Namun, berdasarkan informasi yang diterima dari intel Polda Sumsel dan Polresta Palembang, ada kurang lebih 50 siswa SMK yang diindikasikan berupaya untuk membuat keonaran dalam aksi damai tersebut.

“Saat kejadian kemarin, dari aksi yang dilakukan mahasiswa ternyata juga diindikasikan akan disusupi oleh pihak lain. Kemarin dari intel Polda dan Polresta, Reskrim Polda dan Polresta, mendapatkan indikasi bahwa adanya penyusupan oleh 50 orang siswa yang berada persis di simpang empat tempat terlaksananya aksi unjuk rasa dari AMM,” ungkapnya.

Diketahui, lanjut Kabid Humas Polda, petugas berhasil mengamankan sebanyak 7 orang siswa. Kemudian dari hasil pemeriksaan, didapatkan identitas mereka berasal dari beberapa SMK yang ada di Sumsel. Petugas juga berhasil mendapatkan barang bukti beberapa batu yang dipegang oleh siswa. Hasil pemeriksaan Reskrim Polda Sumsel, didapatkan keterangan bahwa rencananya mereka akan berupaya untuk membuat keonaran dengan cara akan melempar batu dari atas Flyover. Jadi mereka akan naik ke atas lalu melempar, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Dilanjutkan, hal tersebut perlu disampaikan karena akan ada lagi aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 15.00 WIB sampai 21.00 WIB. Kegiatan yang pada malam harinya menghidupkan lilin di simpang air mancur sebagai bentuk solidaritas meninggalnya dua mahasiswa UHO, dinilai rawan untuk disusupi pihak lain. “Tolong diwaspadai jangan sampai nanti ada juga pihak-pihak yang menyusup. Jadi kami mengimbau kalau memang memungkinkan, atau ada kegiatan lain yang sifatnya lebih positif, daripada membuka peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk menyusup terhadap niat baik mahasiswa. Contohnya salat magrib berjamaah atau membaca surat Yasin dan bersama-sama mendoakan mahasiswa yang meninggal di sultra. Itu akan lebih positif nilainya, karena ada dampak baiknya kepada kita berupa pahala dan almarhum berupa doa,” katanya.

Kabid Humas kembali mengimbau agar semua pihak tetap menjaga kondusifitas Sumsel yang selama ini diketahui zero conflict. “Kami menghimbau kepada mahasiswa untuk bersama-sama menjaga supaya Sumsel tetap konsudif. Karena Kepolisian tidak bisa mengamankan sendiri tanpa bantuan dari mahasiswa. Aksi tersebut akan kami kawal agar niat mahasiswa betul-betul tersampaikan dan tidak disusupi atau ditunggangi oleh pihak yang berkepentingan,” pungkasnya. (rgs)

Share This: