Diduga akibat Kabut Asap, Banyak Tamu Tak Hadiri Paripurna

# DPRD Sumsel Minta Gubernur Ambil Langkah

 

PALEMBANG, SIMBUR – Dampak kabut asap juga dirasakan para anggota DPRD Sumsel terpilih. Pasalnya, banyak tamu dari pusat tidak bisa menghadiri rapat paripurna pengucapan sumpah pimpinan DPDR Sumsel, Rabu (23/10). Bukan hanya hal itu saja yang disayangkan oleh Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati tetapi juga dirinya mendapat informasi jika dana karhutla yang ada di satuan TNI dan Polri sudah habis digunakan untuk melakukan upaya pemadaman api dan segala kebutuhannya.

“Memang harus ada langkah percepatan program-program dari Gubernur untuk perhatiannya. Apakah diambil dari (dana) bencana atau bagaimana nanti, harusnya ada perhatian. Karena kenyataannya pada hari ini banyak tamu dari pusat tidak bisa hadir karena pesawat tidak bisa mendarat, sehingga akhirnya banyak (penerbangan) yang batal,” ujarnya kepada Simbur.

Pastinya, lanjut Anita, anggaran karhutla tidak sepenuhnya tanggung jawab APBD, karena berasal dari APBN juga. Namun ada porsi-porsi tertentu, seharusnya anggaran tersebut ada di dalam APBD. “Dengan kondisi seperti ini, kami tentu berharap Pemprov Sumsel bersama DPRD Sumsel untuk tanggap tentang hal itu ke depannya. Lebih baik pencegahan daripada menanggulangi,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Anshori menyatakan jika Gubernur Sumsel saat ini terbilang konsen dalam menangani karhutla. Namun, karena merupakan pimpinan baru, maka bisa saja masih sedang mencari metode tepat untuk mengatasi karhutla.

“Saat ini kan Gubernur baru sehingga mungkin masih meraba-raba, tetapi tetap konsen dan kemarin sempat mengundang seluruh SKPD yang terlibat seperti pertanian, perkebunan, kehutanan dan diperintahkan untuk merancang program. Artinya, SKPD tidak hanya meningkatkan produksi saja tetapi bagaimana lahan tidak terbakar,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Anshori, BPBD sedikit lebih mudah karena tupoksinya lebih ke pemadaman api. “Sektor-sektor lain akan diperkuat supaya tidak terjadi lagi kebakaran. Dengan begitu, tugas akan lebih mudah jika hal itu sudah berjalan. Mungkin selama ini sudah ada (program) di dinas masing-masing, tetapi tidak terkoordinir secara serentak atau keroyokan. Kalau masing-masing tidak akan ketemu, tetapi kalau seluruh stakeholder bersama dalam satu meja supaya bisa fokus. Diharapkan BPBD akan fokus pada pemadaman, soal pencegahan dan pengendalian mungkin itu di dinas-dinas terkait. Tetapi semuanya tetap satu kesatuan agar hasilnya lebih terlihat (maksimal),” pungkasnya.

Dijelaskan, saat ini memang kondisi kebakaran cukup banyak sebarannya, dan yang terbakar adalah lahan gambut. “Jika lahan gambut terbakar, memang asapnya kan luar biasa banyaknya dibanding dengan lahan mineral. Untuk kabupaten yang lain banyak juga (terbakar), tetapi sebagian lahan mineral sehingga sebagian relatif aman (mudah dipadamkan). Itu terjadi di bagian Barat Sumsel seperti OKU Timur, Lahat dan lainnya,” ungkap Anshori.

Dirinya memastikan jika seluruh anggota satgas karhutla saat ini masih terus berjibaku memadamkan api. “Selain satgas karhutla, regu pemadam kebakaran (RPK) perusahaan terdekat dengan titik api sudah banyak yang diturunkan juga,” pungkasnya. (dfn)

 

Share This: