Solusi Inovatif Mengubah Ilmu Kebumian

KUALA LUMPUR, SIMBUR – Lebih dari 2.000 peserta dari industri hulu berkumpul di Kuala Lumpur dalam ajang “Asia Petroleum Geoscience Conference & Exhibition” (APGCE) 2019. Mereka berasal dari 20 lebih negara. Ajang tersebut diadakan oleh International Conference & Exhibition Professionals (iCEP), dan berlangsung hingga 30 Oktober 2019.

Perusahaan migas nasional Malaysia Petronas berperan sebagai tuan rumah. Ajang yang digelar setiap dua tahun ini ingin mewujudkan berbagai solusi ilmu kebumian dan penerapan teknologi inovatif, sesuai dengan tema acara “Fresh Ideas, New Frontiers”.

Peserta konferensi terdiri atas eksekutif top dari jajaran manajemen industri migas, pakar industri, insinyur, stratigrafer, praktisi teknologi, dan sejumlah anggota komunitas ilmu kebumian. Mereka kelak bertukar ide dan mengulas berbagai peluang industri dalam agenda konferensi yang lengkap, mencakup dua Sesi Khusus, 25 Sesi Teknik, 13 Paparan Utama, 60 Pidato Lisan, serta 39 Presentasi E-Poster.

Vice President, Malaysia Assets, Upstream Business, Petronas, & Chief Executive Officer, Petronas Carigali Sdn Bhd, Bacho Pilong, dalam pidato pembukaannya mengatakan, para pelaku bisnis di sektor hulu perlu memikirkan berbagai hal dan meniru praktik-praktik terbaik serta pembelajaran dari industri-industri lain. “Langkah tersebut ditempuh demi mencari ide-ide baru untuk menembus berbagai batasan baru dan perairan yang belum dipetakan,” ungkapnya.

Bacho, bersama Chairman, Petronas, Datuk Ahmad Nizam Salleh serta President & Group Chief Executive Officer, Petronas, Tan Sri Wan Zulkiflee Wan Ariffin, secara resmi membuka APGCE 2019. Vice President, Exploration, Petronas & Patron, APGCE 2019, Emeliana-Rice Oxley serta Chairman, Organising Committee, APGCE 2019, Mohd Redhani Abdul Rahman, turut menghadiri pembukaan acara.

Sejumlah pakar industri, pembuat kebijakan, dan pembicara ternama dalam komunitas ilmu kebumian berbagi pandangannya di acara ini. Mereka ialah Timothy Dodson, Executive Vice President Exploration, Equinor ASA, Michael Deal, Vice President Asia Pacific Exploration, ExxonMobil dan Jean Marc Rodriguez, Vice President Exploration, Asia Pasifik, Total.

APGCE tahun ini menawarkan sebuah hal baru saat Sesi Utama, yakni tampilan singkapan virtual (virtual outcrop). Fasilitas baru ini membantu peneliti ilmu kebumian untuk mengkaji profil tebing (cliff section) dan beberapa fitur topografi lain dengan pemindaian laser serta fotogrametri.

Sebelum konferensi berlangsung, para delegasi melakukan kunjungan lapangan ke Kepulauan Seribu, Indonesia, untuk mengkaji sistem deposisi karbonat modern. Program mahasiswa, mempersiapkan mahasiswa untuk merintis karier di ilmu kebumian, tengah berjalan selama konferensi berlangsung. Selain konferensi, APGCE 2019 juga menampilkan lebih dari 45 perusahaan yang memamerkan teknologi terkini di industri hulu.(kbs/prn)

Share This: