Tingkatkan Daya Saing Digital Indonesia

JAKARTA,  SIMBUR – Indonesia menjadi lahan subur bagi perluasan pasar sejumlah perusahaan teknologi informasi kelas dunia. Karena itu, Indonesia dituntut memperoleh kontribusi untuk meningkatkan daya saing digital dengan cara memanfaatkan berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Gary Huang, senior vice president H3C, perusahaan IT internasional mengemukakan, pihaknya mengutamakan pengembangan bisnis di seluruh dunia. “Indonesia menjadi prioritas khusus bagi kami,” kata Gary Huang pada Indonesian Partner Event di Jakarta belum lama ini.

Ke depan, lanjut dia,  H3C akan memperluas peranan dalam meningkatkan transformasi digital di sejumlah sektor termasuk pendidikan, pemerintah, dan jasa keuangan. “Saat bersamaan, kami akan memperluas ruang lingkup kerja sama dan berkontribusi terhadap peningkatan daya saing digital Indonesia lewat model kerja sama yang terbuka serta kreatif. Hal ini sejalan dengan langkah H3C yang memasuki babak baru dalam era perekonomian digital bersama mitra-mitra kami,” jelasnya sembari mengumumkan kehadiran H3C secara resmi di Indonesia.

Pada konferensi yang mengangkat tema “Digital Navigation, Smart Future” tersebut, Gary memaparkan strategi bisnis internasional dan target pengembangan pasar H3C di Indonesia. Diketahui, menurut perkiraan International Data Corporation (IDC), nilai belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia akan menembus US$ 30 miliar pada 2019.

Pada 2022, lebih dari 50 persen perusahaan Indonesia akan berinvestasi dalam pembangunan fasilitas TI yang mengutamakan era digital (digital native). Lebih lagi, 50 persen dari kegiatan belanja TI nasional akan dialokasikan untuk investasi sejumlah teknologi platform ketiga, termasuk cloud, big data, kecerdasan buatan (AI), dan lain-lain. “Hal ini dilakukan agar sejumlah perusahaan terkait dapat menangkap peluang pertumbuhan di era perekonomian digital,” jelasnya.

Diterangkannya pula, di Indonesia, H3C kelak memanfaatkan berbagai fitur infrastruktur digitalnya yang lengkap dalam bidang komputasi, penyimpanan data, jaringan, keamanan siber, dan sektor-sektor lain. Infrastruktur tersebut didukung pengalaman industri selama bertahun-tahun dalam menggarap transformasi digital di beragam industri. Untuk itu, tambah dia, H3C ingin membantu Indonesia supaya mampu memanfaatkan berbagai peluang pembangunan digital dan menghasilkan perekonomian digital yang berkembang pesat.

Dengan mengandalkan “Digital Brain Project” yang diluncurkan di ajang Navigate 2019, H3C ingin mewujudkan strateginya, yakni “Inclusive Platform and Borderless Ecology” and “Channel First”. Strategi ini ditempuh guna memberdayakan para mitra, menyediakan dukungan yang baik terhadap proyek-proyek penting, serta membantu para pelanggan untuk membangun “Digital Brains”-nya sendiri, di bidangnya masing-masing.

H3C berniat untuk membantu seluruh industri dalam menjalankan transformasi digital berdasarkan fitur-fitur penting. Termasuk konektivitas canggih (intelligent connectivity), konvergensi dinamis (dynamic convergence), alat ukur dan pengambilan keputusan canggih (intelligent analytics and decisions).

H3C sendiri menyajikan platform digital yang lengkap dan terpadu, meliputi cloud computing, big data, interkonektivitas, keamanan informasi, new safety, Internet of Things (IoT), edge computing, kecerdasan buatan (AI) dan solusi 5G, serta layanan teknis terpadu.(kbs/prn)

Share This: