Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Penganiayaan yang Menewaskan Mahasiswa Universitas Taman Siswa

# Saat Pra-Diksar Menwa di Ogan Ilir

 

INDERALAYA, SIMBUR – Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Drs. Firli MSi melakukan gelar perkara tindak pidana dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia saat pra-diksar resimen mahasiswa belum lama ini. Kapolda  mengatakan, pihaknya turut prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya korban Muhammad Akbar (MA), mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang atas kejadian yang menimpa korban karena mengikuti kegiatan di salah satu organisasi perguruan tinggi yang ada di Sumatera Selatan.

“Berdasarkan hasil penelitian kami, mulai dari keterangan saksi, olah TKP pemeriksaan visum terhadap korban sendiri, kami bisa menyimpulkan kematian yang dialami korban dalam hal ini MA. Di tubuh korban terdapat adanya kekerasan, dari tim penyidik berhasil menemukan barang bukti dan sementara ada 3 tersangka yang berhasil kami amankan,” tegas Kapolda saat konferensi pers di depan Mako Polres Ogan Ilir, Minggu (3/11).

Menurut Kapolda, penyidikan terus berlanjut. “Tentunya tetap akan kami dalami kalau ada tersangka lain yg terlibat,” ungkap  Kapolda Firli didampingi Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol. Yustan Alpiani, S.I.K., S.H., M.Hum., Kabid Labfor Polda Sumsel Kombes Pol. Haris Aksara, S.H. dan Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, S.I.K., M.H.

Jenderal bintang dua itu seraya menambahkan, tersangka saat ini sudah diamankan di Rutan Polres Ogan Ilir dan dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.  “Karena melakukan kekerasan terhadap orang dimuka umum secara bersama yang menyebabkan matinya orang diancam pidana penjara paling lama 12 Tahun dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang diancam pidana penjara paling lama 7 tahun,” tegas Kapolda.

Diketahui, terduga tersangka yakni RWS (19 Th), KI (19 Th) dan IS (20 Th). TKP berada di DesaTanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Ketiganya diproses hukum berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B-321/X/2019/SPKT Polres OI tanggal 16 Oktober 2019 tentang tindak pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban MA.

Kejadian tersebut berawal pada saat 12 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) dan 4 mahasiswa Universitas Taman Siswa (Tamsis) berangkat dari Kampus B UMP menuju lokasi kegiatan pradiksarmil Menwa Angkatan XXXI Tahun 2019 di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (13/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya pada  Senin (14/10) pukul 09.00 WIB dalam kegiatan pelatihan baris berbaris. Kemudian pada  Selasa (15/10) pukul 06.00 WIB dalam kegiatan olahraga pagi, pukul 13.00 WIB.

Kegiatan pengambilan senjata kayu dan pelatihan baris berbaris, serta sekira pukul 18.20 WIB saat kegiatan materi Provost dan Kepemimpinan, korban mengalami tindakan kekerasan dari tersangka. Kemudian pada  Rabu (16/10)  pukul 07.00 WIB , kondisi kesehatan korban melemah/sakit. Korban masih mendapatkan perlakuan kekerasan.

Pada hari yang sama sekira pukul 14.30 WIB korban MA mengalami kejang-kejang, sembari kedua tangannya memegang dan menekan alat vitalnya (kemaluannya). Lalu, sekitar jam 15.00 WIB keadaan MA sudah pucat dan mengeluarkan liur serta busa dari mulut. Selanjutnya saksi Dedi Siswanto dan Agustinus membawa korban ke rumah sakit. Nyawa korban tidak tertolong, meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Terdapat barang bukti yang berhasil disita dari ketiga tersangka. Dari tersangka KI 1 lbr baju PDL menwa, 1 lbr celana PDL menwa, 1 buah sepatu PDL merk Tropas UK 42. Kemudian dari tersangka IS, 1 lbr baju PDL menwa, 1 lbr celana PDL menwa, 1 buah senter warna hijau putih merk MYVO. Selanjutnya, barang bukti yang disita dari tersangka RWS yaitu 1 lembar baju pdl menwa, 1 lbr celana pdl menwa, 1 buah sepatu PDL provost merk Tropas UK 42, 2 lembar baju kaos putih, 1 buah kopel warna putih, 1 buah baret menwa warna ungu, 1 buah senter warna hitam merah merk Tesla.(kbs)

Share This: