Gubernur Kembali Perpanjang Status Satgas Karhutla

# Pemprov Sumsel Janji Siapkan Semua Dananya

 

PALEMBANG, SIMBUR  – Mundurnya curah hujan akibat siklon tropis Nakri di Laut Cina Selatan dan Siklon Tropid Halong di Samudera Pasifik serta meningkatnya titik hotspot di sejumlah lokasi, membuat asap karhutla di Sumsel beberapa hari terakhir kembali menebal. Mengantisipasi hal itu Gubernur Sumsel langsung memperpanjang status Satgas Karhutla Sumsel Sampai 1 Desember mendatang.

Perpanjangan status tersebut disepakati Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dam Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri serta Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), usai Ia rapat Bersama FKPD Prov Sumsel Dan Satgas Karhutla terkait Penanganan Karhutla di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (8/11) pagi.

Dalam rapat tersebut  Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel Nuga Putrantijo mengatakan bahwa saat ini Provinsi Sumsel mengalami hangat dan kering serta mundurnya curah hujan disebabkan oleh adanya Siklon Tropis NAKRI di Laut Cina Selatan dan Siklon Tropid Halong di Samudera Pasifik Timur Laut Philipa dan Sirkulasi Siklonik.

“Kondisi kering karena adanya tiga siklon tropis inilah, dampaknya semua uap air yang ada di sekitar ini tertarik ke Utara semua, menjadikan anomali cuaca khususnya Selatan equator. Potensi prakiraan hujan berada pada Februari hingga Maret,” ungkapya.

Terkait laporan dari BMKG tersebut, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan, Pemprov Sumsel bersama Forkompinda membuat keputusan untuk memperpanjang lagi status satgas karhutla dengan tenggat waktu 20 hari sampai dengan tgl 30 hari Kedepan.

“ Saya bersama Pangdam, Kapolda dan pasukan lainnya bahkan melibatkan kepala desa untuk tidak meninggalkan lokasi, kita memberangkatkan lagi satgas untuk melawan api ini. Keuangan pemprov akan siap jadi kita tidak bisa hanya mengandalkan dari pusat. Siaga darurat tetap se-Sumsel, tapi untuk penurunan petugasnya difokuskan pada titik tertentu terutama di tiga kabupaten OKI, OI dan Pali. Ini upaya kita bagaimana mencegah agar jangan sampa terjadi lagi,” tegasnya

Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat atas sumbang saran pemikiran, tenaga dan berkerja keras bersama dalam mengendalikan dan pencegahan karhutla di Provinsi Sumsel.

“Kemarin tempratur di Provinsi Sumsel sempat pada level 36,8 Celcius berhawa panas, kemarau kering sehingga apapun tumbuhan menjadi kering dan lebih mudah tersulut api. Terimakasih pemikiran dan kerja keras yang sudah sangat  maksimal,” tuturnya

Terkait dengan pendanaan, Ia memastikan Pemprov Sumsel siap dan tidak tanggung-tanggung sehingga hasilnya dapat sesuai yang diharapkan. “Pemprov Sumsel tetap juga siaga soal pendaaan, kita jangan tanggung-tanggung dan jangan menyerah. Saya minta juga BNPB tetap menempatkan alat,  jangan dulu dicabut agar tetap stay, semua pihak berkerja seperti sediakala dan semua telah menyatakan siap,” tegasnya.

Seperti diketahui, peningkatan kembali titik hotspot terjadi di beberapa daerah Provinsi Sumsel antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir dan Kabupaten PALI.

Berdasarkan pemaparan Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah bahwa sejak dibentuknya Satgas Karhutlah TMT 6 Maret – 31 Oktober 2019 telah melaksanakan berbagai upaya untuk memadamkan api. Berdasarkan prediksi BMKG kondisi musim hujan bergeser dari perkiraan awal dan adanya pusaran siklon cuaca yang sangat ekstrem yang terjadi di Utara Indonesia dan sebanyak 3 pusaran. Biasanya dengan dua pusaran saja siklon cuaca ini sudah menimbulkan dampak kekeringan yang parah, apalagi hingga 3 buah penyampaian dari BMKG.Adanya 3 Pusaran Siklon Cuaca ini menyebabkan terjadinya cuaca yang kering dan sangat panas di sebagian besar wilayah Indonesia karena siklon tersebut menarik uap-uap air yang ada di seluruh belahan dunia ke dalam lingkaran pusarannya.Termasuklah wilayah Sumatera Selatan menjadi kering akan uap air dan potensi hujan turun juga sangat minim.

Berdasarkan berbagai keterangan yang disampaikan oleh Kepala BPBD, BMKG serta pertimbangan pertimbangan yang diberikan dari peserta rapat lain,termasuk oleh Kapolda dan Pangdam II/Swj,maka Gubernur Sumsel selaku pemimpin rapat memutuskan bahwa satgas gabungan Karhutbunlah akan diperpanjang selama 21 hari. Dengan konsekuensi Pemprov Sumatera Selatan menyiapkan dan menganggarkan semua keperluan Satgasgab selama masa perpanjangan waktu.

Masa waktu perpanjangan ini dan penambahan pasukan akan dikerahkan di 3 wilayah kabupaten yang potensi hot spotnya masih besar,diantarnya Kabupaten Ogan Komering Ilir,Kabubaten Ogan Ilir dan Kabupaten Pali. Untuk penempatan pasukan gabungan nantinya dikumpulkan terlebih dahulu di kodim 0402/OKI,pemberian pembekalan pengetahuan seputaran karhutla dan diharapkan minggu(10/11/2019) sudah insert di posisi yang diharapkan,tegas Kasiops Korem Gapo Mayor Kav Delvi,selaku Staf Danrem yang mengatur penempatan pasukan gabungan dan penentu daerah daerah yang hot spotnya masih besar.

Sebelumnya, Danrem 044/ Gapo, Kolonel Arh Sonny Septiono telah melakukan Rapat Evalauasi dan Penutupan Posko Satgas Karhutla Provinsi Sumsel 2019. Salah satu isi rapat tersebut menutup satgas karhutla yang berakhir pada 10 November. Kegiatan ini membahas hal yang berkaitan dengan karhutla yang sudah dilaksanakan selama ini. Baik yang berkaitan dengan pelibatan satgas darat, TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca), pengerahan hely water bombing, keterlibatan Satgas Gakkum dan pelibatan instansi/badan lain yang turut serta dalam penanganan Karhutla Sumsel tahun ini. “Rencananya Posko Satgas Karhutla ini akan berakhir pada 10 November 2019,” demikian penyampaian Danrem 044/Gapo.

Hal ini juga tentunya sudah melalui konfirmasi dari semua pihak yang terkait,terutama informasi yang disampaikan oleh BMKG Palembang,bahwa musim hujan di wilayah Sumsel mundur menjadi awal bulan November. “Diperkirakan di atas 10 November, potensi hujan akan besar di wilayah Sumsel. Apabila Satgas Karhutla sudah dikembalikan ke satuannya masing masing, apabila kebakaran masih ada terjadi, dalam hal ini satuan kewilayahan kita, personel koramil koramil di wilayah masih tetap standby dan siap untuk memadamkan api hingga titik api tidak ada sama sekali,” ungkap Danrem Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono.

Dalam kegiatan ini semua bidang yang terkait memaparkan hal hal yang menjadi perhatian dalam penanggulangan karhutla ini guna mengantisipasi karhutla yang ditahun yang akan datang. Bila perlu, tidak ada lagi hal seperti ini di masa yang akan datang. “Akan tetapi kita harus mengantisipasi dan menyiapkan apabila hal tersebut tetap terjadi. Sehingga hal yang kita lakukan saat ini menjadi acuan dalam bertindak disaat yang akan datang tentunya,” ujar Kepala BPBD Sumsel.(red/rel)

Share This: