Aqua Dwipayana Beri Motivasi Mahasiswa dan Dosen UIN Raden Fatah Palembang

PALEMBANG, SIMBUR – Meningkatkan kualitas perguruan tinggi dapat dilakukan dengan cara memperkuat komunikasi internal kampus. Hal itu diungkap pakar komunikasi Dr Aqua Dwipayana saat memberikan motivasi kepada sivitas akademika UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (17/12).

“Saya tahu  kampsus UIN Raden Fatah ini universitas islam yang diperhitungkan di Sumatera dengan kekuatan 25 ribu mahasiswa. Untuk memajukan sebuah universitas bagaimana  memperkuat komunikasi internal, semua harus saling mengisi, baik dosen maupun mahasisiwa,” ungkapnya.

Untuk tenaga pendidik, lanjut mantan wartawan Jawa Pos itu,  jangan  menjadi superior atau merasa lebih. Ketika terjadi  superior, ada hambatan yang terjadi anatara mahasiswa dan dosen. Apalagi, lanjut dia, membawa embel –embel nama Islam. “Harus saling menghargai. Jangan khawatir dengan sikap dosen, termasuk yang tidak menghargai,” tambahnya.

Kalau bicara perguruan tinggi, menurut Aqua, kendalinya ada pada dosen. Dia juga mengimbau untuk menjadikan mahasiswa bagian  keluarga besar. “Artinya sukses bukan hanya dosen yang punya peran yang luar biasa. Dengan kelancaraan komunikasi itu, cita-cita Pak Rektor  menjadi universitas  kelas dunia dan islamik insya Allah bisa terwujud,” imbuhnya.

Masih kata Aqua Dwipayana, dirinya senang acara begini. Salah satunya atusiasme para peserta menjadi tanda –tanda  perguruan tinggi yang maju. “Insan yang ada di dalamnya mahasiswa, dosen sangat antusias. Saya punya optimisme ke depan, insya Allah menjadi salah perguruan islam terbaik  di Indonesia bahkan di Asia,” harapnya.

Untuk mengembangkan potensi, tambahnya, fokusnya harus pada kelebihan bukan kekurangan ada  orang. Dianalogikannya, bartender kelihatan main- main. Tidak ada botol yang pecah dan air yang tumpah. Artinya yang  ada yang muka  bumi ini tidak ada yang instan. “Apalagi berada di kampus ini. Semuanya butuh proses dan  harus konsisisten,” terangnya.

Aqua menyarankan harus yakin pada potensi diri dan kebaikan bersama untuk menjaga silaturahmi. “Yang saya lakukan  pertama menghargai semua orang. Saya tidak pernah menyepelehkan. Contoh sederhana begini. Jika saya masih jadi pegawai orang yang paling saya hormati adalah office boy karena peran mereka sangat luar biasa. Kita kan manja ya beda kalau di negara maju, semua buat sendiri. Ada tamu teh atau kopi buat sendiri. Kita ini kan tidak. Dua hari saja officeboy gak masuk kantor gak karuan lagi. Orang yang biasa menghargai orang bawah office boy, tukang parkir, tukang membersihkan halaman itu adalah orang yang menghargai semua orang,” ungkapnya.

Aqua pun berpesan jangan hanya menghargai kalangan menengah atas. Ketika menghargai orang lain, lanjutnya, dapat penghargaan yang sama atau lebih menghargai orang secara universal. “Kita ini hebat, embel-embel yang dititipkan oleh Allah karena jabatan, title, materi mohon maaf ya gak ada yang kekal dengan cara bisa diambil. Artinya dalam kehidupan sudah banyak contoh, waspadah, hati-hati dan mawas diri,” ujar Aqua.

Lanjut Aqua, dalam dunia pekerjaan atasan harus  memberkan reward  kepada pegawai atau dosen teladan. Kalau ada karyawan tidak disiplin kasih sanksi sekecil apa pun pelanggaran dilakukan. “Minimal lisan. Jangan dibiar–biarkan. Untuk pelayanan pendidikan di Sumsel saya tidak tahu saya tidak monitor,” tutupnya.(rgs)

Share This: