Survei Cision 2020, Tren dan Tantangan Terbaru Industri Media

HONG KONG, SIMBUR – Dalam survei tahunan ke-11, Cision menjajaki pendapat lebih dari 3.200 wartawan. Survei kali ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan Cision. Dalam survei tersebut, Cision merilis “2020 State of the Media Report”. Survei tahunan ke-11 itu mengungkap sejumlah tren dan tantangan terbaru yang dihadapi industri media. Selain bagaimana praktisi humas bisa bekerja sama dengan wartawan secara lebih baik.

Survei ini menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan Cision dengan melibatkan lebih dari 3.200 wartawan di 15 negara di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, dan Asia. Survei “State of the Media” dilakukan sebelum pandemi COVID-19. Namun, Cision mengirimkan kuesioner tambahan pada akhir Maret agar dampak dari krisis ini tecermin dalam laporan survei.

Sejumlah temuan terkait dimuat dalam bagian khusus tentang COVID-19 pada laporan survei, serta menyajikan kiat-kiat bagi praktisi humas dan komunikasi untuk membantu kalangan wartawan di tengah COVID-19. “Selama 11 tahun, Cision telah menyusun ‘State of the Media Report’ sebagai gambaran lengkap dan terbuka tentang hal-hal yang dihadapi wartawan pada periode tertentu,” ujar Sarah Parker, Head of Content Marketing, Cision.

Dikatakannya, setiap tahun Cision menghadirkan tantangan baru. Pada 2020 jelas menjadi momen yang sangat sulit. “Kami ingin mempererat hubungan antara praktisi humas dan media. Untuk itu, kami perlu memahami bagaimana kalangan wartawan bekerja di tengah krisis besar tersebut,” ungkapnya.

Selain dampak COVID-19 terhadap media, “2020 State of the Media Report” dari Cision mengulas berbagai topik. Sejumlah tantangan yang dihadapi jurnalisme pada 2020 dan bagaimana reporter mengukur keberhasilannya. Aspek kepercayaan dan bias di media dampak teknologi terhadap lanskap media.Cara praktisi humas untuk meningkatkan pendekatannya ke kalangan media. Cara praktisi humas dan komunikasi untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan para reporter.

Di tengah besarnya tantangan yang dihadapi wartawan, termasuk penempatan kepegawaian serta sumber daya, dan peningkatan beban kerja, laporan ini mengungkap beberapa temuan optimis, terutama turunnya ancaman terhadap kebebasan pers.

Beberapa temuan penting lainnya termasuk dalam survei tersebut. Pertama, tingkat ketidakpercayaan publik terhadap media menurun dari perspektif wartawan. Selama empat tahun berturut-turut, responden melaporkan turunnya tingkat ketidakpercayaan publik terhadap media; 59% responden merasa publik kehilangan kepercayaan terhadap media pada 2019, persentase ini turun dari 63% pada 2019, 71% pada 2018, dan 91% pada 2017.

Kedua, menjamin akurasi pemberitaan terus menjadi aspek terpenting. Selama dua tahun berturut-turut, 51% wartawan berpendapat bahwa menjamin akurasi konten 100% lebih penting dari pendapatan, eksklusivitas pemberitaan, atau menjadi pihak pertama yang menerbitkan berita. Secara khusus di tengah COVID-19, wartawan kian mengutamakan akurasi konten dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, algoritma media sosial menjadi teknologi baru terpenting yang berdampak terhadap wartawan saat ini, sementara, harapan terhadap kecerdasan buatan (AI) terus menurun. Sebanyak 41% wartawan sepakat bahwa algoritma media sosial akan mengubah cara mereka bekerja. Persentase ini naik dari 38% pada 2019. Hanya 15% responden yang menilai AI/machine learning sebagai teknologi terpenting yang berdampak terhadap industri media. Persentase tersebut turun dari 19% responden pada 2019. Terakhir, seluruh pemberitaan kini dilihat dari sudut pandang COVID-19. Para wartawan juga merasa lebih optimis, kisah-kisah tentang manusia mengemuka di tengah siklus pemberitaan saat ini. Laporan tersebut kini tersedia di Amerika Serikat, dan segera tersedia secara global dalam beberapa minggu ke depan.

Cision juga menggelar acara diskusi lewat internet (livestream) pada 28 April bersama panel wartawan. Diskusi ini akan mengulas sejumlah temuan “State of the Media” secara terperinci. Panel ahli tersebut mencakup para reporter dari TechCrunch, The Toronto Star, dan Yahoo Finance.

Cision mengadakan survei “2020 State of the Media” dari 28 Januari-20 Februari 2020. Survei dikirimkan kepada para wartawan yang terdaftar di Cision Media Database. Daftar wartawan ini diseleksi tim riset media Cision untuk memverifikasi posisi mereka sebagai profesional media, influencer, dan blogger. Survei khusus tentang COVID-19 dikirimkan sebagai surel terpisah antara 25 Maret-30 Maret 2020. Survei tahun ini mengumpulkan 3.253 respons dari berbagai jenis media yang tersebar di 15 negara.

Diketahui, Cision Ltd. ialah vendor terkemuka di dunia untuk perangkat lunak dan layanan earned media bagi para praktisi hubungan masyarakat dan pemasaran. Perangkat lunak Cision membantu para pengguna untuk menemukan influencers ternama, merancang dan mengedarkan konten strategis, serta mengukur dampak komunikasi penting.

Cision memiliki lebih dari 4.800 pegawai dengan berbagai kantor di 24 negara di Amerika, Eropa, Timur Tengah dan Afrika, serta Asia Pasifik. Untuk informasi lebih lanjut tentang berbagai produk dan layanan Cision yang meraih penghargaan, termasuk Cision Communications Cloud®.(kbs/prnewswire)

Share This: