Mitigasi Global Penanganan Covid-19 Jangan Sampai Berdampak pada Penanggulangan HIV, TBC, dan Malaria

JENEWA, SIMBUR – Perlu upaya untuk meringankan dampak Covid-19 bagi negara-negara yang masih rawan terjangkit HIV, TBC, dan malaria. Sebua laporan dirilis untuk menyoroti dampak Covid-19 dan sumber daya yang mampu melindungi kemajuan penanganan ketiga penyakit tersebut.

Ancaman HIV, TBC, dan malaria masih dapat membunuh 2,4 juta orang per tahun. Karena itu, Global Fund telah menjalin kemitraan guna membantu menyelamatkan 32 juta penduduk dunia serta memutus mata rantai penularan HIV, TB dan malaria. Angka kematian HIV, TB dan malaria hampir mendekati separuh jumlah pasien Covid-19 sejak memasuki masa puncak. Pandemi ini pun menjadi ancaman karena dapat mengubah kemajuan medis dalam mengatasi ketiga penyakit tersebut.

Terlepas dari jumlah kematian langsung akibat Covid-19, ternyata HIV, TB dan malaria rentan menjadi bencana besar bagi masyarakat di berbagai negara. Hasil estimasi menunjukkan bahwa tingkat kematian HIV, TBC dan malaria bisa dua kali lipat lebih banyak dari korban Covid-19. Akibatnya, tenaga kesehatan kewalahan, program pengobatan dan pencegahan mengalami gangguan sehingga sumber daya medis perlu diarahkan.

Secara global, laporan itu menandakan bahwa setiap tahun tingkat kematian akibat HIV, TBC dan malaria terbentuk kembali saat pandemi Covid-19 memasuki masa puncak hingga menyebar luas ke berbagai wilayah. “Taruhannya luar biasa dan sangat tinggi. Efek perang melawan Covid-19, HIV, TBC dan malaria dan penyakit menular lainnya dapat menjadi bencana besar. Mengurangi dampak penyakit tersebut memerlukan langkah cepat, kepemimpinan dan kolaborasi yang luar biasa, ditambah sumber daya yang signifikan. Dengan begitu, kami tidak meninggalkan seorang pun di belakang,” ungkap Peter Sands, Executive Director of the Global Fund, Jumat (27/6).

Menurut Sands, masyarakat miskin paling rentan terjangkit HIV, TBC dan malaria sehingga menjadi ancaman dasar Covid-19. Bukan berarti orang miskin sangat rentan terhadap Covid-19 tapi kemungkinan besar mereka akan lebih mudah terjangkit HIV, TBC dan malaria. Dampak ekonomi akibat Covid-19 menurunkan pendapatan mereka sehingga mengalami kekurangan gizi dan kegagalan layanan kesehatan. Hal ini akan menambah parah kerentanan terhadap penyakit.

Respons penanganan Covid-19 yang efektif mengurangi dampak HIV, TBC dan malaria yang membutuhkan sumber daya lebih banyak. The Global Fund telah membiayai kerja sama bidang kesehatan di berbagai negara dengan estimasi 2,8 juta dolar selama 12 bulan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dalam penanganan dampak penyakit HIV, TBC dan malaria. Disamping untuk melatih tenaga medis lembaga kesehatan agar tidak kolaps serta untuk menjawab permasalahan Covid-19 itu sendiri melalui pengujian, penelusuran keterpencilan serta penyediaan perawatan selama vaksin belum ditemukan.

Seperti perang melawan HIV, TBC dan malaria, respons penanganan global terhadap COVID-19 harus melibatkan konunitas dan banyak pihak untuk melindungi hak asasi manusia agar terhindar dari stigma diskriminasi. Terutama bagi populasi masyarakat di negara-negara yang rentan terjangkit pandemi. “Melindungi kemajuan penanganan HIV, TBC dan malaria dan menyelamatkan banyak jiwa dari Covid, semua harus bersatu melawan pandemi,” tutup sands.(kbs/prnewswire)

Share This: