Dua Pelaku Begal Sopir Taksi Online di Palembang “Digunting” Polisi

PALEMBANG, SIMBUR – Kasus begal terhadap driver taksi online kembali terjadi di Kota Palembang. Kali ini locus delicti (tempat kejadian perkara/TKP) di Jl AMD simpang salah satu pondok pesantren, tepatnya di RT12 RW 03 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat (26/6) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban Felix Oyong (38) yang berprofesi sebagai driver taksi online Maxim itu melapor kepada pihak berwajib bahwa dirinya telah menjadi korban pembegalan yang dilakukan penumpangnya sendiri. Laporan warga Jl Veteran RT9 RW3 Ilir Timur I Palembang itu tercatat pada LP Nomor LP/B-624/VI/2020/Sumsel/Restabes/Sek.Sukarami Plg tanggal 26 Juni 2020. Sementara, pelakunya Muhammad Naufal Syakir (24) bin Musi Erman, warga Jl May Salim Batubara Lr Kelapa RT39 RW 10 Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang. Naufal dibantu temannya Riko Hidayat.

Kapolsek Sukarami Kompol Irwanto membenarkan kejadian tersebut. Berdasar pengakuan korban Felix, ungkap Kapolsek, kronologisnya dimulai saat pelaku Naufal memesan taksi online yang dikemudikan korban dari sekitar lokasi hotel di Jl Veteran menuju perumahan Talang Betutu Residence, Jumat (26/6) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Korban dipesan dari Jl Veteran tujuan Talang Betutu sekitar pukul 22.00. Korban sempat curiga karena ada komunikasi antara korban dan pelaku yang menurut korban janggal tapi korban tetap mengambil tumpangan ini,” terang Kompol Irwanto kepada pers, Sabtu (27/6).

Sampai di TKP Jl AMD Talang Jambe, lanjut Kapolsek, pelaku yang duduk di samping sopir langsung menusuk korban berulang-ulang dan menjepit pakai pintu. Korban berteriak minta tolong dan berusaha keluar dari mobil. Saat korban keluar, pelaku kedua Riko Hidayat langsung masuk lalu mereka kabur membawa mobil Xenia warna merah maron nopol BG 1397 OD. Meski sempat membawa lari mobil, kedua pelaku kalah cepat dan berhasil “digunting” polisi sebelum kendaraan hasil rampasan tersebut dijual.

“Kami dibantu masyarakat juga rekan-rekan driver online, bergabung dan melakukan pengejaran bersama-sama. Akhirnya kami mendapat informasi mobil Xenia merah sesuai dengan ciri-ciri ada melintas, melewati arah Gasing. Mobil itu kami dapati di SPBU arah Gasing. Kami amankan dua orang bersama masyarakat lalu kami bawa ke sini,” terang Kapolsek.

Adapun barang bukti, tambah Kapolsek, baju korban masih ada bercak darah, potongan gunting, dan handphone yang digunakan pelaku untuk memesan taksi onlime. Kendaraan sudah dikuasai dan sudah berpindah dari TKP ke Gasing. “Modus memesan taksi online di jam-jam rawan dan mengarahkan ke lokasi di jalan yang sepi. Sampai di lokasi langsung dieksekusi pelaku,” tegasnya seraya menambahkan pelaku dijerat pasal 365 dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sementara, pelaku Naufal mengaku tidak mempunyai rencana untuk melakukan aksinya. “Ide (membegal) katek, tapi pas tengah jalan baru muncul ide itu. Dari awal dak katek ide,” ungkap Naufal seakan tidak mau melibatkan pelaku Riko. “Kawan ni kuajak. Dio dak tahu rencano aku sebenarnyo,” ujar Naufal.

Naufal seakan berkelit terkait aksi begal yang dilakukan dan alat bukti miliknya yang telah diamankan polisi. “Korban kutujah pake gunting karena melawan, tangannyo nangkis. Gunting sudah ado dalam tas aku sebelum begal. Aku balek jalan kaki dari Sekip ke Borang. Untuk jago-jago diri aku,” tandasnya. (tim)

Share This: