Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Genap 2.000 Orang, Hanya 20 Persen yang Dirawat di Rumah Sakit

# Kasus Aktif 957, Kasus Selesai 1.043 Orang

# Pasien Sembuh 959, Meninggal 84 Orang

PALEMBANG, SIMBUR – Meski terjadi lonjakan kasus, semua rumah sakit yang ada di Provinsi Sumatera Selatan tidak dipenuhi pasien Covid-19. Hanya 20 persen dari total pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Selebihnya, orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan isolasi mandiri di rumah atau tempat-tempat khusus yang disediakan pemerintah kabupaten/kota di Sumsel.

“Rumah sakit tidak penuh. Kebanyakan dari yang positif itu OTG. Mereka diisolasi di tempat-tempat khusus yang disediakan di kabupaten/kota sedangkan di rumah sakit hanya sekitar 20 persen,” Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, saat video conference, Minggu (28/6).

Yusri merincikan, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan di Sumsel hanya 59 orang dari 957 kasus aktif. “Dirawat di rumah sakit darurat 466 orang dan isolasi mandiri sekitar 432 orang,” jelasnya.

Menurut Yusri, kasus di Provinsi Sumatera Selatan belum selesai. Kasus masih terus mengalami peningkatan atau penurunan. “Kasus masih mengalami fluktuasi naik-turun. Lonjakan kasus akibat aktivitas masyarakat sudah mulai tinggi di luar rumah sehingga kontak mereka semakin tinggi. Jika tidak mematuhi protokol kesehatan, maka kasus ini akan bertambah,” ujarnya.

Yusri membantah jika dikatakan tim gugus tugas provinsi dikatakan belum berhasil menangani Covid-19 di Sumsel. “Belum bisa dikatakan tidak berhasil. Saat ini kami terus mendisiplinkan warga. Salah satunya dengan edukasi terhadap masyarakat. Ke depan kami akan melakukan pengawasan dari semua pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat sendiri. Tujuannya supaya saling mengingatkan agar disiplin memakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan,” jelas Yusri seraya menambahkan, kasus belum menurun secara landai. “Belum bisa disebut sebagai gelombang kedua,” terangnya.

Terkait rapid test, lanjut Yusri, digunakan sesuai keperluannya. Ada yang bayar, ada pula yang gratis. “Rapid test tergantung keperluan. Jika keperluan untuk bepergian itu bayar. Jika memang disarankan petugas, sepanjang alat rapid test masih ada, itu gratis,” jelas dia.

Yusri memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.000 orang. Ada penambahan 50 kasus baru pada Minggu, 28 Juni 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 28 Juni 2020 mengalami penambahan sebanyak 50 orang,” ungkap Yusri.

Penambahan itu, lanjut Yusri, berasal dari Palembang 40 orang, OKI 3 orang, Pali 1 orang, Ogan Ilir 2 orang, dan Banyuasin 4 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.000 orang,” terangnya.

Menurut Yusri, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.043 (84 kasus meninggal ditambah 959 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 957 orang,” terangnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 8.412 orang, selesai dalam pantauan 6.633 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.779 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 907 orang. Sebanyak 631 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 276 orang.

Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 959 orang. Ada penambahan kasus sembuh 21 orang. “Semuanya berasal dari Palembang,” urainya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 84 orang. Ada penambahan kasus meninggal 3 orang. Berasal dari Palembang 2 orang dan Banyuasin 1 orang,” tutupnya. (kbs)

Share This: