Sebanyak 5.671 Mahasiswa UIN Raden Fatah Dapat Bantuan UKT Rp1 Juta per Tahun

PALEMBANG, SIMBUR – Sebanyak 5.671 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Hal itu dibenarkan Humas UIN Raden Fatah Palembang, Elisma Harfiani.

Elis, sapaan Elisma Harfiani, mengatakan, bantuan yang akan diberikan yakni sebesar Rp1 juta satu tahun per mahasiswa yang memang terdampak Covid-19. Hal itu berdasarkan SK Dinas Pendidikan Sumsel nomor 420/6088/ Set.3/Disdik.SS/2020. “Ada 5.671 mahasiswa yang mendapat bantuan stimulus UKT ini. Mereka yang dinyatakan lulus administrasi sebelumnya,” kata Elisma Harfiani, Selasa (28/7).

Elis mengaku, pihaknya mengandalkan bantuan Pemprov untuk meringankan beban UKT mahasiswa. “Kami MoU bersama Pemprov melalui Dinas Pendidikan. Setelah itu baru proses pencairan yang langsung ditransfer ke nomor rekening mahasiswa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) semula sempat berencana menyalurkan dana bantuan subsidi untuk dunia pendidikan di bawah naungannya. Hanya saja, pemerintah justru mengalihkan alokasi dana Kementerian Agama untuk penanggulangan Covid-19 yang memang membutuhkan dana besar. Karena itu, beberapa program Kementerian Agama harus ditunda dan dibatalkan, salah satunya subsidi UKT mahasiswa.

“Kami masuk dalam program dari Gubernur dengan sistem pencairan dua tahap. Pertama, mahasiswa dibantu Rp500 ribu untuk satu semester dengan pencairan total Rp1 juta per orang,” terang Elis.

Dia menyakini, penyaluran dana tersebut, tentu telah melalui tahap verifikasi dan pemeriksaan berkas yang diajukan mahasiswa terdampak Covid-19. Mahasiswa harus memenuhi syarat dan lampiran dokumen lengkap sesuai aturan berlaku. “Untuk tahap kedua, mahasiswa kembali harus mengajukan berkas yang sama sebagai syarat pencairan pada semester selanjutnya,” pungkasnya.

Diketahui, Pemprov Sumsel melalui Gubernur dikabarkan telah menggelontorkan bantuan dengan total anggaran Rp17,7 miliar. Bantuan tersebut disalurkan untuk 17.728 mahasiswa yang terdampak Covid-19 di berbagai perguruan tinggi di Sumsel.

Awalnya, Gubernur Sumsel H Herman Deru telah menganggarkan sedikitnya Rp10 miliar dari APBD Pemprov Sumsel. Tujuannya untuk memberikan keringanan biaya kuliah sepuluh ribu mahasiswa Sumsel, termasuk juga mahasiswa yang berada di luar negeri. “Alhamdulillah. Ini kami realisasikan. Pendidikan mereka tidak boleh terhenti karena pandemi Covid,” kata Gubernur.

Disampaikannya, setiap mahasiswa dan mahasiswi mendapat keringanan biaya sebesar Rp1 juta selama satu tahun atau dua semester. “Kami anggarkan kurang lebih Rp10 miliar untuk program tersebut. Jadi Rp1 juta untuk satu tahun per mahasiswa. Mudah-mudahan itu dapat mengakomodir mahasiswa yang terdampak pandemi. Jika nantinya kurang, kami akan melakukan refocusing dan realokasi dari yang lain,” imbuhnya.

Gubernur berharap agar mahasiswa dapat menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya. “Perguruan tinggi juga diharapkan dapat menyeleksi dengan bijak. Dengan begitu, bantuan tersebut tepat sasaran dan bermanfaat bagi keberlangsungan kuliah mahasiswa maupun mahasiswi,” tegasnya.(kbs)

Share This: