Selama Menjabat Pangdam II/Sriwijaya, Pertahankan Zero Conflict di Sumsel

PALEMBANG, SIMBUR – Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mengaku selama menjalankan tugas komitmen yang dipertahankan adalah menjaga zero conflict di Sumsel. Termasuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pernyataan itu disampaikan Pangdam Mayjen TNI Irwan kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, bagaimana zero conflict ini adalah komitmen yang dipertahankan. Kami jaga Sumsel tetap terkendali. Tugas pilkada sudah kami siapkan dari sekarang. Begitu juga karhutla, kami terus meminimalisir. Saya berterima kasih sekali arahan dari Gubernur dan dukungannya. Walau tidak bertugas bersama namun kerja sama ini masih lanjut,” ungkap Mayjen Irwan.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kerja sama dalam menjalankan tugas di Provinsi Sumsel. Menurut Irwan, tugas TNI selain perang adalah membantu pemerintah daerah, baik dari sisi keamanan termasuk juga program yang telah digagas seperti TMMD. “Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur atas kerja samanya selama ini. Tugas kami selain perang adalah membantu pemerintah termasuk program TMMD,” katanya.

Sementara, Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan rasa hormat mendalam dan apresiasi kepada Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas Bumi Sriwijaya sebagai Pangdam. “Beberapa hari yang lalu saya sudah mendapat info bahwa Pangdam akan alih tugas ke Mabes TNI. Saya merasa kehilangan. Kami bermitra itu bukan hanya tugas tapi juga kekompakan sudah terbangun. Banyak yang sudah diperbuat untuk daerah ini. Saya bukan kehilangan mitra tapi sahabat,” kata Gubernur.

Melalui silaturahmi itu, Gubernur menilai akan menimbulkan gagasan-gagasan dari Pangdam Mayjen TNI Irwan sehingga dapat diimplementasikan dalam kerjasama baik itu dari aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Selain itu, Gubernur juga menilai banyak sekali yang dirasakan masyarakat atas kerja Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan. Salah satunya memelihara label Sumsel zero conflict. “Yang dirasakan masyarakat adalah Pangdam bersama ajajaran tetap bisa memelihara label Sumsel zero conflic. Karena zero conflict warisan leluhur yang kami teruskan dan di zaman Pangdam tidak tercoret,” tutupnya.

Lanjut Gubernur, dirinya bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan sebelumnya sudah merencanakan gagasan yang besar dan akan menjadi catatan sejarah di Provinsi Sumsel. Dalam waktu dekat keduanya telah merencanakan cita-cita besar yaitu program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan secara masif di Sumsel.

Mengingat Mayjen TNI Irwan akan alih tugas, program ini akan dilanjutkan Pangdam II/Sriwijaya yang baru. Program TMMD akan memprioritaskan infrastruktur, baik dari aspek perekonomian, aspek pendidikan dan kesehatan. “Jadi ada cita-cita besar yang akan menjadi catatan sejarah dan sudah direncanakan. Saya bersama Pangdam akan membuat TMMD dengan skala besar. Sebuah pembangunan yang dilaksanakan masif se-Sumsel. Itu yang akan dikerjasamakan melalui pola TMMD dengan TNI Kodam II/Sriwijaya untuk semua aspek infrastruktur. Bisa itu jalan, perekonomian kemudian jalan yang sifatnya fasilitas bagi anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Herman Deru, dalam program TMMD ini nantinya bukan hanya membangun jalan dan jembatan saja. Gedung sekolah yang belum layak juga akan dibantu melalui program TMMD. Begitu juga program kesehatan dan bidang olahraga.

“Nanti kami akan kerja sama dengan Jasdam yang selama ini terkelola. Akan kami penuhi fasilitasnya sehingga menjadi lapangan presentatif yang dimilki Kodam serta dapat dimanafatkan oleh semua lapisan. Baik itu TNI/Polri, ASN, masyarakat. Jadi lapangan yang diperuntukan bersama. Nah ini yang menjadi cita-cita dan tercatat bagi masyarakat Sumsel dan akan dilanjutkan Pangdam II/Sriwijaya yang baru,” ungkapnya. (kbs)

Share This:

Posted in TNI