Meski Sepakat Harga, Penjual dan Pembeli Hewan Kurban Diimbau Tidak Bersalaman

JAKARTA, SIMBUR – Meski telah terjadi kesepakatan harga, penjual dan pembeli hewan kurban diimbau tidak bersalaman. Tujuannya agar dapat mencegah penularan Covid-19. Imbauan tersebut disampaikan dr Reisa Broto Asmoro, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Menurut dr Reisa, pertama yang harus dilakukan saat melaksanakan ibadah kurban adalah teliti memilih tempat membeli hewan kurban. Kedua, memerhatikan protokol kesehatan. Ketiga, menjaga jarak saat berinteraksi di lokasi penjualan hewan kurban.

“Hindari bersalaman atau bersentuhan langsung meski setelah terjadi kesepakatan harga dengan penjual,” ucap dr Reisa, Kamis (30/7).

Kegiatan pemotongan hewan kurban, lanjut dia, dapat dilaksanakan namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan. “Dengan maksud menghindari kerumunan, pembagian daging kurban kali ini tidak dengan menggunakan kupon, melainkan melalui koordinator yang akan mengantarkan ke rumah-rumah,” tandasnya.

Diketahui, jelang hari raya Iduladha 1441 Hijriah, berbagai persiapan penerapan protokol kesehatan telah dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat Wabah Covid-19.

Sementara, Kementerian Agama mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020. Begitu juga dengan Kementerian Pertanian yang telah mengeluarkan panduan pelaksanaan salat Iduladha pada masa adaptasi kebiasaan baru kepada panitia hari besar Islam.(red)

Share This: